Setelah banyak  berita yang simpang siur mengenai kelanjutan Westlife, akhirnya Westlife resmi bubar tahun depan .
Mereka resmi bubar usai menyelesaikan Greatest HitsTour tahun 2012 mendatang. Westlife mengambil sikap itu karena ingin rehat dan memulai hidup baru.
Pernyataan resmi dari pihak Westlife ,"Kami hari ini mengumumkan rencana berpisah setelah koleksi greatest hits Natal ini dan tur perpisahan tahun depan. Keputusan ini damai dan sepakat. Setelah menghabiskan seluruh kehidupan dewasa bersama-sama, sejauh ini, kami ingin istirahat dan siap memulai kehidupan baru lagi.”
Publik sangat menyayangkan hal itu karena Westlife mempunyai begitu banyak fans dan merupakan inspirasi di dunia musik internasional .
“Selama beberapa tahun Westlife telah menjadi sesuatu yang lebih dari sekadar band"
Setelah 14 tahun, 26 hits top ten termasuk 14 single nomor 1, 11 album top 5, 7 album yang berhasil masuk nomor 1 dan menjual tak kurang dari 44 juta album secara keseluruhan, 10 tour yang tiketnya selalu sold-out dan banyak kenangan yang akan tetap membekas di benak mereka dan para fans di dunia.



Film ketiga TRANSFORMERS ini berdurasi 2,5 jam yang terdiri dari satu setengah jam pertama untuk membangun cerita dengan selingan aksi, lalu dalam satu jam terakhir perang dahsyat di kota Chicago.

Ada kaitan film ini dengan peristiwa pendaratan Apollo 11 di bulan tahun 1969 di mana astronot yang kita kenal Neil Armstrong menjejakkan kaki di bulan. Ada tayangan gambar pesan dari presiden John F. Kennedy mengenai perburuan siapa manusia pertama yang menginjakkan kaki di bulan antara Amerika dan Uni Soviet waktu itu. Saat Armstrong dan dua rekannya akhirnya mendarat dengan selamat di bumi, Presiden Amerika saat itu Richard Nixon memberi penghormatan luar biasa demikian pula liputan media, yang sebenarnya mereka menutupi satu fakta yang selama ini ditutupi, bahwa Armstrong cs saat mendarat di bulan menemukan pesawat Cybertron beserta robot bernama Sentinel Prime.



Beralih ke bumi, Sam Witwicky barusan putus dengan Mikaela dan kini tinggal bersama dengan Carly, kekasih barunya yang berambut pirang. Sam pontang-panting mencari kerjaan sambil mengeluh kenapa dirinya yang sudah dua kali menyelamatkan dunia tetap saja menganggur. Akhirnya Sam mendapat pekerjaan dan bos barunya adalah Bruce Brazzos. Optimus Prime dan para Autobots yang kini punya empat anggota baru termasuk si mekanik jenius Wheeljack dan si Ferrari merah Mirage masih tetap menjadi bagian unit NEST bersama Lennox dan Epps yang kini naik pangkat. Bersama mereka semua harus menghadapi ancaman Decepticons yang kali ini masih tetap dipimpin oleh Megatron yang mengandalkan bantuan terbaru dari sang algojo yang bengis tak kenal ampun Shockwave. Itulah inti ceritanya.



Cerita film ketiga ini jauh lebih baik dibanding dua film TRANSFORMERS sebelumnya. Adegan aksinya jangan tanya. Satu jam terakhir pertempuran dahsyat di Chicago membuat penonton  lupa bernafas saking kerennya. Ada perbedaan dalam adegan aksi di film ketiga ini karena saat pertempuran di Chicago tersebut, para Autobots dan juga Sam serta Epps dan Lennox beserta prajurit NEST lainnya tak dibantu oleh kavaleri. Decepticons telah mengepung kota Chicago dari segala penjuru sehingga para Autobots dan Sam cs yang sudah berada di Chicago untuk menyelamatkan Carly yang tersandera tak bisa bergerak bebas apalagi melarikan diri.

Film ini sangat cocok untuk sinema pengisi waktu senggang atau liburan kantor. Jadi, sudahkah anda melihat film ini???     ;D
Film yang bagus ini diawali dengan banyak adegan yang sebaiknya dibuang. Terlalu lamban dan terlalu romantis. Film baru terasa gregetnya ketika konflik dimulai. Akan lebih baik kalau semua adegan di depan diperpendek dan langsung masuk ke permulaan konflik.



Bagaimana seorang Vampire bisa mempunyai anak ketika menikahi manusia dan bagaimana kualitas si anak menjadi inti dari cerita ini. Apa jadinya ketika calon anak (janin) ternyata justru sedikit demi sedikit “memangsa” ibunya sendiri. Apa yang harus dilakukan? Aborsi atau tetap mempertahankan hidup si anak?
Sebuah pilihan yang sulit !

Ayah janin dikenal sebagai vampire yang bersahabat dengan manusia, tetapi ternyata dia mempunyai riwayat kelam. Masa mudanya pernah diisi dengan berburu darah dan dia hanya memilih darah para penjahat. Akibatnya ada banyak bibit darah penjahat dalam dirinya.

Ketika benih sang Vampire ternyata terkontaminasi oleh darah para penjahat itu, maka janin yang dikandung Sang Ibu adalah janin yang ditengarai sebagai bakal makhluk buas yang akan membahayakan umat manusia. Para pelindung manusia dari kalangan Manusia Serigalapun akhirnya berketetapan untuk membunuh sang janin.

Keinginan membunuh si Janin menjadi semakin besar, ketika ternyata si Janin memang mulai memangsa ibunya sedikit demi sedikit.

Sang Vampire harus membujuk sang Ibu untuk menggugurkan kandungannya. Segala cara digunakan untuk membujuknya dan semuanya gagal. Sang Ibu tetap bertekad sampai mati untuk melahirkan anaknya. Bahkan nama anaknyapun sudah dirancangnya.
“Kalau laki-laki, maka namanya adalah Edward Jacob!”, ucap sang Ibu tegas sambil tersenyum bahagia.



Edward dan Jacob memang tokoh sentral di film ini. Keduanya beradu akting dan beradu karakter dalam film ini. Jacob cinta Bella dan Bella cinta Edward. Sebuah segi tiga cinta yang membuat pusing para pelakunya.
Masalah pemangsaan Ibu oleh Janin menjadi semakin rumit, ketika ternyata si Janin ternyata kehausan akan minuman juice darah manusia.



Masalah terus meruncing ketika akhirnya diketahui si Janin telah membuat sang Ibu gagal jantung. Ini sesuai yang telah diperkirakan oleh pimpinan Vampire ketika membujuk Bella untuk tidak meneruskan proses kelahiran bayinya.
    “Sebelum janin ini lahir, jantungmu sudah akan berhenti berdegup dan sama saja artinya dengan kematianmu”
        “Aku siap bertahan sampai batas kekuatanku”, jawab bela mantap.



Saat itu kondisi para Vampire sebenarnya sedang bermasalah, karena sudah beberapa hari dikepung oleh gerombolan Manusia Serigala dan mereka sudah beberapa hari belum menemukan darah segar. Cadangan darah segar habis dan mereka harus berburu darah segar.

Berita meninggalnya Bella dan lahirnya sang Janin telah membuat rombongan Manusia Serigala memutuskan untuk segera menyerang kelompok Vampire dan ceritapun menjadi semakin seru.

Apa yang terjadi kemudian sebaiknya dilihat sendiri di layar lebar.  Selamat menonton     :D


KISAH ini diawali lahirnya seorang bayi laki-laki di Kauman, bernama Darwis. Berangkat remaja ia banyak melihat tradisi sesajen berbaur agama Islam yang menurutnya dapat menyesatkan, Ia berangkat ke tanah suci di usia 15 tahun. Sepulang dari Mekah, Darwis mengubah namanya menjadi Ahmad Dahlan. Seorang pemuda usia 21 tahun yang gelisah atas pelaksanaan syariat Islam yang melenceng ke arah Bidah. 



Karenanya, Islam dipandang sebagai agama mistik dan tahayul oleh kalangan Eropa (Belanda) dan kaum modern. Melalui suraunya Ahmad Dahlan membuka sekolah yang menyadarkan bahwa Islam tidak hanya berkutat soal tauhid, tetapi juga mampu memperbaiki kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan. 

Bagi Ahmad Dahlan kemiskinan disebabkan karena kebodohan. Berangkat dari gagasan itulah maka laki-laki putra Khatib Masjid Besar Kauman itu memulai kiprahnya. Diawali dengan mengubah arah kiblat yang salah di Masjid Besar Kauman yang mengakibatkan kemarahan para kyai fanatik. Surau atau Langgar Kidoel Ahmad Dahlan dirobohkan karena dianggap mengajarkan aliran sesat. 



Ahmad Dahlan juga di tuduh sebagai kyai kafir hanya karena membuka sekolah yang menempatkan muridnya duduk di kursi seperti sekolah modern Belanda. Ahmad Dahlan juga dituduh sebagai kyai Kejawen hanya karena dekat dengan lingkungan cendekiawan Jawa di Budi Utomo. Tapi tuduhan tersebut tidak membuat pemuda Kauman itu surut. 



Didampingi isteri tercinta, Siti Walidah, dan 5 murid-murid setianya yakni Sudja, Fahrudin, Hisyam, Syarkawi, dan Abdulgani, Dahlan membentuk organisasi Muhammadiyah dengan tujuan mendidik umat Islam agar berpikiran maju sesuai dengan perkembangan zaman. 

Peran Ahmad Dahlan dan Nyai Walidah dimainkan apik oleh Lukman Sardi dan Zaskia Adya Mecca. Detail emosi dibangun secara detail dan manusiawi oleh Hanung. Dalam kesabarannya, Ahmad Dahlan digambarkan putus asa, marah, dan sedih hingga menangis. Adegan ini serta merta bisa membuat penonton meleleh. 


Sederet bintang remaja seperti Joshua, Ricky Perdana, Mario Irwinsyah, Dennis Adishwara dan Abdurrahman Arif  yang berperan sebagai murid Ahmad Dahlan cukup memberi pengaruh penguat dalam film ini. Anda juga bisa menyaksikan peran Giring 'Nidji' yang boleh dikata cukup sebagai artis pendukung



Anda mungkin pergi menonton The Social Network  dengan gagasan bahwa Anda akan mendapatkan pandangan mengenai kisah sukses CEO Facebook Mark Zuckerberg. Namun Anda mungkin akan meninggalkan rasa kasihan padanya setelah melihat kisah seorang anak muda yang brilian dan kaya, tetapi secara moral dan sosial bangkrut.



Bahkan, begitu sedikit sesuatu di film yang mungkin berhubungan dengan Zuckerberg yang mana pada pertengahan film Anda mulai merasa seperti Anda sedang menonton The Elephant Man. Film ini menyakitkan sekaligus menarik — seperti menonton kecelakaan kereta api, kecuali bahwa hampir semua orang di cerita ini berakhir menjadi kaya.

Naskah film oleh Aaron Sorkin, ditulis pada saat bersamaan dengan bukunya oleh Ben Mezrich dan penuh dengan dialog yang sangat padat dan bergerak cepat. Pada saat-saat tertentu, penulisan maupun penyampaian dialog bisa menampilkan gurauan dan kelucuan.



Film ini dimulai dengan adegan pembukaan dengan kecepatan sangat tinggi (secara verbal), dan keseluruhan dari film adalah pertempuran untuk mengikuti apa Zuckerberg lakukan. Setelah diputus oleh kekasihnya, ia menghabiskan malam sambil mabuk memosting foto-foto teman kampusnya di Harvard, yang mencuri perhatian si kembar Winklevoss, Kyle dan Cameron, (Armie Hammer) dan teman mereka Divya Narendra (Max Minghella). Winklevoss bersaudara dan Narendra mengira Zuckerberg memiliki keahlian untuk memrogram konsep mereka bagi proyek Facebook. Mereka memunculkan gagasan, ia setuju untuk bekerja dengan mereka, dan kurang dari dua bulan kemudian lahirlah Facebook. Namun yang terjadi adalah Zuckerberg mengeluarkan si kembar dan teman mereka dalam proyek besar ini.



Daftar selanjutnya dalam film adalah sahabat terbaik Zuckerberg, Eduardo Saverin (diperankan Andrew Garfield). Di tengah hujaman komentar pedas yang sinis dan samar-samar, Zuckerberg meyakinkan temannya untuk menanam investasi ribuan dollar sebagai uang muka dan menjadikannya CFO perusahaan. Saverin sudah ditakdirkan sejak awal — kemungkinan karena Zuckerberg yang pencemburu berat dan pendendam — dan pada keseluruhan film ia berusaha mengejar ketinggalan. Keseluruhan cerita sebagian besar berputar di beberapa karakter ini, yang ditulis dengan sempurna dan didukung pemain berpengalaman. Sean Parker (Justin Timberlake) menunjukkan bakat aktingnya yang luar biasa, dengan tingkah lakunya yang menyeramkan dan entah bagaimana sangat mencurigakan serta masa lalu yang mengikutinya ke mana-mana. Anda tidak pernah yakin apa yang disembunyikan di balik lengan bajunya, apa yang berusaha ia gunakan, atau siapa yang akan ditusuknya dari belakang.

Disutradarai oleh David Fincher, The Social Network menangkap hampir setiap adegan dengan aksi, ketegangan, dan drama — terpisah dari beberapa adegan serampangan dengan implikasi seksual yang tak ada hubungannya dengan cerita. Tapi naskah Sorkin, arahan Fincher, dan akting yang sangat memukau, membawa Anda sepenuhnya hanyut sehingga Anda mengalami keadaan realitas yang menggantung dalam film berdurasi dua jam ini. Namun apa yang membuat Anda terkejut adalah mengetahui bahwa naskah Sorkin ini didasarkan pada penelitian rinci (minus akses ke Zuckerberg) dan mencakup kesaksian dari dua tuntutan yang akhirnya diajukan terhadap sang miliarder muda oleh mantan teman terbaiknya dan si kembar Winklevoss. Adegan audiensi deposisi dari kedua tuntutan hukum yang dijalin sepanjang film, menambah suasana ketegangan, dan mendramatisir kebutuhan dan keinginan karakter utama.

Apa yang berhasil dicapai Sorkin dan Fincher dengan The Social Network  adalah bukan sekedar sebuah film yang dijamin sangat mengganggu Anda pada level tertentu — apakah Anda suka atau tidak. Kisah ini menimbulkan banyak sekali pertanyaan yang sudah sejak dulu mencuat, yaitu mengenai keserakahan dan loyalitas. Apa yang dirasa kurang adalah bahwa film ini terkesan mendramatisir kisah nyata menurut sudut pandang yang berbeda, namun bukan keseluruhan cerita. Ia menggambarkan Zuckerberg sebagai seorang pemuda yang tidak setia, seorang pendendam yang, seperti begitu banyak generasi muda seusia dia, tampaknya telah kehilangan moral. Terlepas apakah film ini akan menimbulkan kontroversi, namun kisah mengenai Zuckerberg dan taktiknya untuk menjadi miliarder termuda di dunia masih perlu disimak.